tentang danau kelimutu

Tentang Gunung Kelimutu & Danau Kelimutu

Danau Kelimutu atau yang dikenal juga dengan nama Danau Tiga Warna adalah sebuah danau yang sangat indah dan unik sehingga masuk ke dalam salah satu dari 9 keajaiban [alam] dunia. Sungguh satu pengakuan yang membanggakan. Danau Kelimutu terletak di puncak Gunung Kelimutu dan berada pada ketinggian 1.690 dpl dan secara administratif berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tengggara Timur atau sekitar 65 kilometer ke arah timur dari kota Ende dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dengan waktu sekitar dua jam.

Awal mula terkenalnya  Danau Kelimutu adalah pada sekitar tahun 1915, setelah ditemukan pertama kali oleh seorang warga negara Belanda, Van Such Telen. Selanjutnya, Danau Kelimutu dikenal semakin luas di seluruh dunia setelah pada tahun 1912 Y. Bouman mendiskripsikan secara menarik betapa Danau Kelimutu memiliki keunikan dan keindahan yang luar biasa. Sejak saat itu, para wisatawan asing mulai berdatangan dan semakin hari semakin banyak. Selain wisatawan, yang berkunjung ke Danau Kelimutu adalah para ilmuwan dari berbagai negara yang ingin melakukan penelitian ilmiah.

Kata “kelimutu” sendiri sendiri berasal dari dua suku kata yaitu “keli” yang berarti gunung dan “mutu” yang berarti mendidih. Karena keunikannya dari segi keindahan dan manfaatnya dari sisi perkembanagan keilmuan, pemerintah menetapkan Gunung dan Danau Kelimutu sebagai Taman Nasioanal sejak 26 Februari 1992.

Bagi masyarakat setempat, Danau atau Tiwu Kelimutu dianggap sebagai tempat yang sakral dan angker karena dipercaya merupakan tempat bersemayamnya para ruh yang telah meninggal. Warna-warna dari tiwu atau danau tersebut terus berubah-rubah dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan perubahan alam di sekitarnya. Masyarakat setempat percaya bahwa danau yang berwarna biru atau dalam bahasa setempat disebut Tiwu Nuwa Muri Koo Fai merupakan tempat bersemayamnya ruh mereka yang meninggal dalam usia muda, danau yang berwarna merah atau Tiwu Ata Polo adalah tempat bersemayamnya ruh mereka yang selama hidupnya selalu berbuat kejahatan, sedangkan danua yang berwarna putih atau Tiwu Ata Mbupu merupakan tempat bersemayamnya ruh orang yang meninggal dalam usia tua.

Ketiga danau yang berada di puncak Gunung Kelimutu tersebut diperkirakan memiliki luas keseluruhan sekitar 1.051.000 m2 dengan volume air sekitar 1.292 m3.  Di antara satu danau dan danau lainnya terdapat dinding pemisah berupa tebing batu tipis dan terjal dengan tingkat kemiringan 70 derajat dan ketiggian sekitar 50 – 150 meter.

Selain memiliki Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu juga menyipan pesona flora dan fauna yang tidak kalah menarik. Di sekeliliong gunung, tubuh yang jarang ditemukan di wilayah Flores lainnya sperti pinus, cemara, kayu merah dan edelweiss. Sedangkan ragam fauna yang terdapat di hutan Kelimutu adalah rusa, babi hutan, ayam hutan, elang dll.

Dewasa ini Gunung Kelimutu banyak dikunjungi sebagai obyek wisata trekking. Untuk memulai trekking ke Gunung Kelimutu, pengunjung dapat melakukannya dari Desa Moni dan dari Desa Moni menggunakan kendaraan [truk] sejauh kira-kira 13 km untuk samapai di bibir Danau Kelimutu.